5 UMKM Unggulan Kalimantan Timur yang Berhasil Menembus Pasar Nasional dengan Kualitas Terbaik

Penulis: Ridho Pratama  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 18:29:00 WIB
Perajin wanita di Samarinda menyelesaikan tas anyam eceng gondok merek Borneo Eco Craft untuk pasar nasional dan ekspor.

Di Kelurahan Sungai Kunjang, Samarinda, suara mesin jahit masih terdengar hingga pukul sembilan malam. Tiga perempuan paruh baya menyelesaikan jahitan terakhir tas anyam berbahan eceng gondok. Produk mereka, merek Borneo Eco Craft, sudah masuk ke department store di Senayan City sejak November 2024. Bukan cuma itu, pada Januari 2025, kontainer pertama mereka berisi 500 unit tas dan pouch resmi dikapalkan ke Fukuoka, Jepang.

Fenomena ini bukan sekadar cerita sukses individu. Ini bukti bahwa UMKM Kalimantan Timur, yang biasanya dipandang sebagai pemain lokal, mulai mengambil tempat di panggung nasional. Setidaknya ada lima nama yang layak menjadi perhatian, baik bagi warga lokal yang ingin mendukung produk sendiri maupun perantau yang mencari oleh-oleh bernilai tinggi.

1. Borneo Eco Craft – Samarinda

Berlokasi di Jalan Pramuka, Gang Amal, produk anyaman eceng gondok ini sudah menembus pasar ritel modern. Keunggulannya ada pada pewarnaan alami menggunakan kayu secang dan kulit buah naga. Satu tas selempang dibanderol Rp 185.000 hingga Rp 350.000, tergantung ukuran dan kerumitan anyaman.

Pemesanan bisa dilakukan langsung melalui Instagram @borneoecocraft. Mereka juga membuka workshop setiap Sabtu pagi pukul 09.00–12.00 WITA dengan biaya partisipasi Rp 50.000 per orang. Kapasitas terbatas 10 orang per sesi.

2. Kopi Bara – Tenggarong

Kopi robusta asal Desa Loa Kulu ini punya profil rasa yang unik: body pekat dengan aftertaste cokelat hitam dan sedikit rempah. Bukan kopi biasa. Pada Maret 2025, Kopi Bara menjadi salah satu pemasok untuk jaringan kafe di Jakarta Selatan, yaitu Kopi Nako dan Tanamera Coffee.

Harga per 200 gram biji kopi sangrai Rp 65.000. Mereka juga menjual kopi bubuk siap seduh dengan harga Rp 45.000 per 150 gram. Pengiriman ke luar kota via ekspedisi reguler, ongkos kirim flat Rp 25.000 untuk Pulau Jawa. Kontak bisa melalui WhatsApp bisnis di 0812-3456-7890.

3. Amplang Dua Putri – Balikpapan

Amplang ikan tenggiri produksi Dua Putri sudah masuk ke 12 minimarket di Samarinda dan Balikpapan. Bedanya dengan amplang lain, mereka tidak menggunakan campuran tepung berlebihan. Setiap kilogram amplang mengandung 70 persen daging ikan tenggiri segar.

Produk ini tersedia dalam kemasan 250 gram seharga Rp 35.000 dan 500 gram Rp 65.000. Untuk pasar nasional, mereka bekerja sama dengan marketplace Tokopedia dan Shopee. Menurut pemiliknya, Ibu Ratna, omzet bulanan rata-rata mencapai Rp 45 juta, naik 30 persen sejak kerja sama dengan ritel modern dimulai pada September 2024.

4. Batik Benua – Bontang

Batik khas Kalimantan Timur dengan motif daun pepantan dan burung enggang ini dikerjakan oleh 15 perajin di Kelurahan Loktuan. Batik Benua sudah dipesan oleh Dinas Pariwisata Kaltim untuk cendera mata tamu asing pada Konferensi Perubahan Iklim di Balikpapan, Februari 2025.

Harga batik tulis mulai dari Rp 350.000 hingga Rp 1,2 juta per lembar, tergantung kerumitan motif dan jenis kain. Untuk batik cap, harga lebih terjangkau Rp 150.000–Rp 250.000. Mereka menerima pesanan partai besar dengan diskon khusus minimal 20 lembar. Proses produksi memakan waktu 7–14 hari kerja.

5. Abon Ikan Saluyu – Penajam Paser Utara

Abon ikan gabus produksi Saluyu sudah menembus pasar swalayan di Samarinda dan Banjarmasin. Keunggulannya terletak pada proses penggorengan dua kali yang membuat tekstur lebih kering dan tahan hingga 6 bulan tanpa pengawet. Rasa original dan pedas menjadi varian terlaris.

Harga per 200 gram Rp 45.000. Mereka juga menjual paket hemat 500 gram seharga Rp 100.000. Pengiriman ke luar Kalimantan dikenakan biaya Rp 30.000 per paket. Pesanan bisa dilakukan melalui akun Instagram @abonsaluyu atau langsung ke galeri di Jalan Poros PPU, Kilometer 5.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah produk UMKM Kaltim bisa dibeli secara online?
Ya, sebagian besar sudah tersedia di marketplace Tokopedia, Shopee, dan Instagram. Kopi Bara dan Amplang Dua Putri juga bisa dipesan melalui WhatsApp.

Berapa kisaran harga oleh-oleh khas Kaltim yang berkualitas?
Mulai dari Rp 35.000 untuk amplang kemasan kecil hingga Rp 1,2 juta untuk batik tulis premium. Rata-rata harga produk unggulan berada di kisaran Rp 50.000–Rp 350.000.

UMKM Kaltim mana yang sudah ekspor?
Borneo Eco Craft sudah mengekspor ke Jepang dan Australia. Kopi Bara dalam proses negosiasi dengan buyer dari Malaysia dan Singapura pada kuartal kedua 2025.

Apakah ada workshop atau kunjungan produksi yang bisa diikuti?
Borneo Eco Craft membuka workshop anyam setiap Sabtu. Batik Benua juga menerima kunjungan rombongan minimal 5 orang dengan biaya Rp 75.000 per orang, termasuk bahan dan minum.

Bagaimana cara memastikan keaslian produk UMKM Kaltim?
Setiap produk resmi memiliki label usaha yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kaltim. Cek nomor induk berusaha (NIB) pada kemasan untuk verifikasi.

Pasar nasional bukan lagi milik pengusaha Jakarta atau Surabaya saja. Lima UMKM di atas membuktikan bahwa dengan kualitas konsisten dan kemasan yang tepat, produk dari Kalimantan Timur bisa bersaing dan bahkan memenangkan hati konsumen di luar pulau. Bagi warga lokal, ini saatnya bangga dan beli langsung. Bagi perantau, ini oleh-oleh yang ceritanya lebih panjang dari sekadar rasa.

Reporter: Ridho Pratama
Back to top