3 Fitur Google yang Sudah Diperkenalkan Tapi Tak Kunjung Rilis, Termasuk Gboard dan Google Photos

Penulis: Ridho Pratama  •  Senin, 06 Juli 2026 | 13:39:31 WIB
Google Photos iOS sudah pakai floating bottom bar, Android masih menunggu pembaruan serupa.

KALIMANTAN TIMUR — Google dikenal gemar bereksperimen dengan desain antarmuka dan fitur baru. Namun, tak semua yang pernah diperlihatkan berujung pada rilis resmi. Beberapa fitur bahkan sudah beberapa kali muncul di panggung presentasi atau dalam tangkapan layar resmi, tapi pengguna masih harus menunggu lebih lama.

Floating Bottom Bar Google Photos: Sudah Tampil di iOS, Android Masih Nunggu

Pada Februari lalu, Google Photos untuk iOS kebagian pembaruan desain berupa floating toolbar. Toolbar ini menampilkan tiga pilihan utama—Photos, Collections, dan Create—dalam bentuk pill, sementara tombol Search (Ask) berdiri sendiri sebagai lingkaran di sisi kanan. Tab yang aktif ditandai dengan indikator pill dan ikon kecil.

Secara visual, desain ini terlihat lebih modern dan selaras dengan aplikasi Google lain seperti Google Chat dan Google Finance versi terbaru. Namun, pengguna Android justru belum merasakannya. Google sudah beberapa kali menunjukkan desain ini dalam berbagai kesempatan, paling anyar saat peluncuran fitur Wardrobe. Kenyataannya, aplikasi Google Photos di Android masih terjebak dengan bottom bar ala Material 3 yang tinggi dan kaku.

Mayoritas aplikasi bawaan Google sudah beralih ke desain floating bar. Google Fi, Google Voice, dan Google Passwords + Quick Share masih menjadi beberapa aplikasi yang belum mendapatkan pembaruan serupa.

Gboard dengan Tombol Pil: Desain Lebih Bulat, Rilis Masih Misteri

Pada Maret 2025, Gboard mulai menguji coba bentuk tombol baru: pill-shaped keys alias tombol berbentuk pil sebagai alternatif dari desain persegi panjang membulat yang sudah ada sejak lama. Bentuk ini lebih sesuai dengan pedoman desain Material 3 Expressive yang diperkenalkan Google.

Google memang perlahan-lahan memperbarui berbagai elemen Gboard, seperti menu pengaturan dan pintasan, namun perubahan bentuk tombol ini belum juga dirilis secara luas ke versi stabil. Beberapa tangkapan layar resmi yang dirilis Google sejak saat itu sudah menampilkan desain tombol yang lebih modern, tetapi hingga artikel ini ditulis, pengguna belum bisa menikmatinya.

Banyak yang mengira peluncuran Android 16 QPR1 dan Material 3 Expressive pada Agustus lalu akan menjadi momen yang tepat. Nyatanya, harapan itu belum terwujud.

Gemini Live + Google Messages: Janji Integrasi yang Tertunda

Di penghujung acara Made by Google 2024, Google mempreview kemampuan Gemini Live untuk mengirim pesan lewat Google Messages. Fitur ini dianggap krusial karena akan memberikan pengalaman asisten yang lebih praktis tanpa harus membuka aplikasi secara manual.

Pada Mei lalu, Gemini Live memang akhirnya mendukung lebih banyak aplikasi terintegrasi (Connected Apps), namun Google Messages masih belum masuk daftar. Ketertinggalan ini cukup mencolok, mengingat Gemini Live seharusnya memiliki feature parity dengan pengalaman utama chat di Google Messages.

Seorang pengguna dengan inisial JG bahkan berkomentar bahwa ia lebih suka Google menunda fitur ini asalkan ada waktu untuk menggabungkan Google Chat dan Google Messages dalam satu platform. "Saya ingin satu platform universal ala iMessage yang murni konsumen, bisa menangani IM terenkripsi dan RCS, serta fallback ke SMS sesuai kebutuhan," tulisnya. Ia juga berharap integrasi dengan Asisten Google (kini Gemini) dan dukungan XMPP untuk layanan pihak ketiga.

Apakah ketiga fitur ini akan benar-benar hadir atau malah masuk graveyard proyek Google? Kita tunggu saja. Kalau ada fitur lain yang menurutmu juga mandek, tulis di kolom komentar.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: 9to5google.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top