KALIMANTAN TIMUR — Kekalahan 4-3 dalam drama adu penalti di Stadion Internasional Kairo, Kamis (4/6) dini hari WIB, memupus harapan Socceroos melaju ke babak 16 besar. Mesir lolos setelah unggul 1-0 di waktu normal berkat gol Mohamed Salah pada menit ke-22, sebelum Australia menyamakan kedudukan lewat aksi Mitchell Duke di babak kedua.
Pertandingan yang berjalan sengit selama 90 menit akhirnya harus ditentukan lewat titik putih. Arnold mempertaruhkan nasib tim pada bahu Herrington yang baru menjalani debut internasional ketiganya. Pemain belia yang memperkuat Melbourne City itu gagal menjalankan tugasnya setelah sepakannya mampu dibaca kiper Mesir, Mohamed El-Shenawy.
"Saya bertanggung jawab penuh atas keputusan ini. Kami melihat Lucas punya ketenangan luar biasa dalam latihan," ujar Arnold dalam konferensi pers usai laga. "Tapi inilah sepak bola, kadang rencana tidak berjalan mulus."
Keputusan Arnold langsung menuai kecaman dari berbagai pihak. Mantan striker timnas Australia, John Aloisi, menyebut langkah tersebut sebagai "perjudian yang tidak perlu" di momen krusial Piala Dunia. "Menempatkan pemain 18 tahun di situasi seberat itu sangat berisiko. Seharusnya pemain senior yang mengambil alih," ucap Aloisi di kanal YouTube pribadinya.
Warganet Australia juga membanjiri media sosial dengan tagar #ArnoldOut, menuntut evaluasi besar-besaran terhadap skema adu penalti tim. Banyak yang mempertanyakan absennya nama-nama seperti Aaron Mooy atau Mathew Leckie dalam daftar eksekutor.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi Australia yang sebelumnya tampil meyakinkan di fase grup. Socceroots mengoleksi dua kemenangan dan satu hasil imbang, termasuk kemenangan 3-0 atas Denmark. Namun, satu kesalahan taktis di babak knockout menghancurkan seluruh kerja keras mereka.
Australia kini harus menunggu turnamen berikutnya untuk memperbaiki catatan. Sementara itu, Mesir akan berhadapan dengan pemenang laga Brasil vs Jepang di babak 16 besar.