BALIKPAPAN — Perayaan Tahun Baru Islam di Kota Balikpapan tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Festival Muharram yang mengusung tema “Hijrah Hati, Hijrah Prestasi” menjadi wadah bagi pemerintah kota untuk menekankan pentingnya pembangunan karakter dan sumber daya manusia yang unggul, sejalan dengan posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa perubahan ke arah yang lebih baik harus dimulai dari dalam diri. “Hijrah hati akan melahirkan prestasi yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar. Ketika hati dipenuhi keikhlasan, kasih sayang, dan kepedulian, maka akan tumbuh semangat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” ujarnya di hadapan warga yang hadir.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak bisa diukur hanya dari capaian pendidikan atau profesionalisme semata. Karakter religius, kepedulian sosial, dan akhlak mulia menjadi fondasi yang harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik kota.
Pemkot Balikpapan menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor krusial di tengah pesatnya pembangunan IKN. Rahmad menekankan bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan pembinaan moral masyarakat agar kota ini tidak hanya kokoh secara infrastruktur, tetapi juga kuat dari segi sosial dan spiritual.
“Kota yang hebat bukan hanya dibangun oleh bangunan yang kokoh, tetapi juga oleh masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, saling menghormati, dan saling mencintai dalam bingkai persaudaraan,” tutup Rahmad Mas’ud dalam sambutannya.
Wali Kota memberikan apresiasi kepada Yayasan Rahmad Mas’ud Center, panitia pelaksana, para donatur, dan relawan yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat syiar Islam sekaligus menjaga semangat kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Rahmad berharap Festival Muharram tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Ke depan, kegiatan ini diharapkan bisa berkembang menjadi ruang pembinaan karakter, pendidikan keagamaan, serta wadah bagi generasi muda untuk terus belajar, berkarya, dan mengukir prestasi dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum untuk meningkatkan amal kebajikan, mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.