BALIKPAPAN — Belajar menjadi pembicara yang baik dengan selipan humor bukan perkara mudah. Namun, ilmu yang didapat dari workshop ini dinilai sangat baik oleh para peserta.
Workshop yang digelar Stand Up Indo Balikpapan ini tidak hanya mengajarkan teknik dasar berdiri di atas panggung. Peserta juga diajak memahami struktur lelucon, cara membaca audiens, hingga membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan umum.
Materi public speaking dan stand up comedy disampaikan secara bergantian oleh para mentor yang sudah berpengalaman. Setiap peserta mendapat kesempatan untuk praktik langsung di panggung kecil yang disediakan panitia.
Workshop ini terbuka untuk umum, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja kantoran yang ingin meningkatkan kemampuan komunikasi. Panitia mencatat antusiasme peserta cukup tinggi, terbukti dari banyaknya pertanyaan dan sesi diskusi yang berlangsung hangat.
Beberapa peserta mengaku awalnya grogi saat harus berdiri di depan panggung. Namun, setelah mendapat arahan dari mentor, mereka mulai bisa mengatur napas dan menyampaikan materi dengan lebih santai.
Kemampuan berbicara di depan umum menjadi keterampilan yang semakin dicari di era digital. Humor yang diselipkan dengan tepat bisa mencairkan suasana dan membuat pesan lebih mudah diterima audiens.
Stand Up Indo Balikpapan berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara berkala. Komunitas ini ingin mencetak lebih banyak pembicara muda asal Balikpapan yang tidak hanya fasih, tetapi juga mampu menghibur.
Panitia menyebutkan bahwa workshop ini merupakan bagian dari program rutin komunitas. Ke depan, mereka berencana menggelar open mic dan kompetisi stand up comedy tingkat lokal untuk menjaring bakat-bakat baru.
Peserta yang sudah mengikuti workshop juga akan didampingi untuk naik panggung di acara-acara komunitas. Dengan begitu, ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi langsung diterapkan di lapangan.
Informasi pendaftaran untuk workshop selanjutnya bisa dipantau melalui akun media sosial resmi Stand Up Indo Balikpapan. Komunitas ini rutin mengumumkan jadwal kegiatan melalui Instagram dan grup WhatsApp.
Tidak ada biaya pendaftaran yang memberatkan, karena panitia berusaha membuat acara ini semurah mungkin agar bisa diakses oleh semua kalangan. Kuota peserta biasanya terbatas, sehingga pendaftar disarankan untuk segera mendaftar begitu pengumuman dibuka.